Senin, 10 November 2014

Buku Pegangan Guru dan Siswa K-13


Untuk mempermudah Proses kegiatan belajar mengajar di kelas khususnya MTsN aron perlu adanya bahan dukungan berupa buku pegangan guru dan siswa. Sebagaimana yang ada dalam kurikulum K-13. Bapak Ibu Guru yang memerlukan File Buku Pegangan Guru dan Siswa bisa download Link di bawah ini. 
BUKU GURU :
  1. Qur'an Hadits : Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9
  2. Aqidah Akhlak : Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9
  3. Fiqih : Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9
  4. Sejarah Kebudayaan Islam : Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9
  5. B. Arab : Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9
Buku Guru dan Siswa Penjasorkes SMP/MTs Kurikulum 2013
1. Buku Guru Kelas VII Penjasorkes SMP/MTs Kurikulum 2013 (Edisi Revisi 2014)
2. Buku Siswa Kelas VII Penjasorkes SMP/MTs Kurikulum 2013 (Edisi Revisi 2014)
3. Buku Guru Kelas VIII Penjasorkes SMP/MTs Kurikulum 2013
4. Buku Siswa Kelas VIII Penjasorkes SMP/MTs Kurikulum 2013 
BUKU SISWA :
  1. Qur'an Hadits : Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9
  2. Aqidah Akhlak : Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9
  3. Fiqih : Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9
  4. Sejarah Kebudayaan Islam : Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9
  5. B. Arab : Kelas 7, Kelas 8, Kelas 9
  Lihat Selengkapnya ...

Rabu, 05 November 2014

siswa MTsN Paron Ngawi lolos dalam Final Fachruddin Ar-Razi Competition (FRC) 2014

Daffa Fatkhurrahman siswa MTsN Paron Ngawi berlatar belakang peserta Fachruddin Ar-Razi Competition (FRC) 2014 memadati area GOR Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan, Parung, Bogor. Mereka datang dari sekolah tingkat SD dan SMP se Jabotabek untuk mengikuti babak penyisihan FRC 2014. Daffa sapaan dari Daffa Fatkhurrahman, merupakan siswa MTsN Paron kelas 8A tahun 2014, lolos dalam Final Fachruddin Ar-Razi Competition (FRC) 2014 yang diselenggaran di Bogor.

Ini merupakan prestasi peserta didik MTsN Paron yang didalam kegeiatan belajar Intra juga di dukung dengan Ekstra Kurikuler MIPA Club. Pimpinan Majalah Gontor Dr. H. Emnis Anwar, MA mengatakan kegiatan ini merupakan penghargaan yang sangat besar karena acara FRC bisa berkelanjutan setiap tahunnya. “Tahun ini adalah tahun keempat penyelenggaraan FRC,” paparnya.

Emnis menegaskan, kegiatan FRC 2014 sebagai bentuk kepedulian kita sebagai anak bangsa untuk ikut mencerdaskan bangsa ke depan, sebab tugas mencerdaskan bangsa bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tugas kita.
“Kami terpanggil agar nilai-nilai yang bisa dikembangkan untuk anak didik sejak usia dini mampu menyentuh nilai-nilai agama,” tuturnya. frc 2014-2
Dalam paparannya Emnis optimis, bahwa diantara anak-anak yang mengikuti FRC 2014 ini di masa mendatang akan menjadi pemimpin. Untuk itu, peran orangtua dalam mempersiapkan diri menghadapai tantangan besar harus ditingkatkan. “Mempersiapkan ulama yang intelek, alim yang memiliki wawasan global dan amanah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana FRC 2014 Adnin Armas mengatakan kegiatan FRC ini upaya untuk mendekatkan diri anak didik kepada agama sejak dini. Begitu juga untuk mengenalkan anak didik sains, utamanya adalah bidang matematika.
Adnin menjelaskan, kegiatan FRC 2014 diselenggarakan di 22 kota di Indonesia dan satu kota di Malaysia.  Jumlah peserta yang mengikuti FRC 2014 adalah berjumlah 7906 siswa. Peserta di Jobodetabek berjumlah 1424 siswa, dan peserta di 22 wilayah berjumlah  6482 siswa.
Setelah baba penyisihan ini, akan diselenggarakan babak final yang diadakan di tempat yang sama pada tanggal 2 “Kami berterima kasih kepada seluruh sponsor yang mendukung acara ini, untuk mengorganisir ribuan anak-anak tidaklah mudah, karena itu jika ada yang kurang berkenan kami mohon maaf. Semoga FRC berikutnya bisa lebih maksimal lagi,” katanya.
Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA, Ir R Ridwan Hasan Saputra, MSi  mengatakan lomba FRC 2014 ini untuk memberikan semangat belajar. Bagi sekolah umum agar semangat belajar tentang studi Islam, bagi santri semangat belajar matematika. “Saya berharap kita tidak lagi membedakan antara ilmu agama dan umum. Tidak ada lagi santri atau siswa semua pelajar yang belajar ilmu agama,” tegasnya.
Ridwan dalam sambutannya berharap kepada seluruh peserta yang mengikuti FRC 2014, di masa depan akan lahir intelektual yang ulama dan ulama yang intelek, “Saya berharap lahir intelektual muslim yang memperbaiki umat ini,” paparnya. #fath


Lihat Selengkapnya ...

Kamis, 30 Oktober 2014

MTsN Paron ditunjuk dalam lomba Adiwiyata tingat Kabupaten 2014

MTsN Paron harus berani mempersiapkan segalanya untuk menghadapi lomba adiwiyata. untuk itu bagi bapak ibu guru MTsN Paron di mohon untuk mempelajari panduan lomba Adiwiyata. untuk Filenya bisa di download di SINI
Adiwiyata merupakan salah satu penghargaan lingkungan hidup yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia. Penerimanya adalah sekolah-sekolah di Indonesia yang dinilai berbudaya lingkungan. Bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.


Pelaksanaan Program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar berikut ini;
  1. Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.
  2. Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif
 
Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah;
  1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
  2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan

Keuntungan mengikuti Program Adiwiyata
  1. Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompertensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah.
  2. meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi.
  3. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif.
  4. Menjadi tempat pembelajaran tentang nilai‐nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
  5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.
Target Pencapaian Program Adiwiyata sampai dengan 2014 Sebagai upaya menanamkan nilai budaya dan peduli lingkungan di sekolah yang lebih banyak di wilayah Indonesia, maka perlu ditetapkan sebuah target pencapaiannya. Target pencapaian jumlah sekolah Adiwiyata dari tahun 2012 sampai tahun 2014 adalah 6.480 sekolah. Sumber: http://www.menlh.go.id/informasi-mengenai-adiwiyata/
Lihat Selengkapnya ...
 
 
 
 
Copyright © MTsN PARON